Jurnal Bianglala Informatika Vol 3
No 1 Maret 2015 – lppm3.bsi.ac.id/jurnal
ISSN : 2338-9761
Akhmad syukron, Noor Hasan
AMIK BSI Yogyakarta
akhmad.khy@bsi.ac.id, noor.nhs@bsi.ac.id
ABSTRAK - Puskesmas merupakan salah satu instansi pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan. Peran puskesmas sangatlah penting dalam menopang kinerja dari instansi kesehatan diatasnya seperti rumah sakit, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kesehatan masyarakat. Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik ditingkat puskesmas pada khususnya. Maka diperlukan sebuah konsep atau sistem yang baik yang akan digunakan, sehingga nantinya dapat terwujud suatu pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kinerja dari puskesmas itu sendiri. Salah satu contohnya adalah penggunaan sistem informasi yang sudah terkomputerisasi pada puskesmas. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ternyata masih terdapat beberapa kendalakendala yang dihadapi, seperti halnya pada bagian registrasi pasien rawat jalan yang mengalami kendala pada saat mengidentifikasi pasien yang akan berobat dan juga pada bagian administrasi dalam membuat laporan kesehatan. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah aplikasi sistem informasi yang lebih baik, yang dapat membantu kinerja dari puskesmas dalam pengolahan data dan pembuatan laporan kesehatan masyarakat yang nantinya dapat menjawab dari berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.
Kata Kunci : puskesmas, rawat jalan , sistem informasi
1. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan status kesehatan masyarakat yang optimal, maka berbagai upaya harus dilaksanakan, salah satu di antaranya ialah menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, diantaranya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan demikian, akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan kinerja Puskesmas. Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik ditingkat puskesmas pada khususnya. Maka diperlukan sebuah konsep atau sistem yang baik yang akan digunakan, sehingga nantinya dapat terwujud suatu pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kinerja dari puskesmas itu sendiri. Salah satu contohnya adalah penggunaan sistem informasi yang sudah terkomputerisasi pada puskesmas. Dengan penggunaan sistem komputerisasi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas administrasi puskesmas.
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang dihadapi dapat ditemukan beberapa masalah pokok yang dirumuskan sebagai berikut:
- Sistem kearsipan yang masih manual atau belum terkomputerisasi menghambat proses pencarian dan penyimpanan data pasien.
- Media utama yang digunakan adalah kertas sehingga mudah terjadinya kehilanagan data dikarenakan sobek, basah atau terselip dengan data lain, sehingga diperlukan backup data (penggandaan data).
- Pencatatan data pasien masih kurang maksimal.
- Penggunaan komputer yang masih belum dimaksimalkan, hanya sebatas sebagai pembuatan laporan. Serta kurangnya tenaga ahli yang mampu mengoperasikan komputer.
Menghasilkan sebuah sistem informasi rawat jalan yang terkomputerisasi yang efektif dan akurat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Winong. 2.1 Perancangan
Menurut Susanto (2004:332) menjelaskan bahwa “ perancangan adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis”.
Dalam pengembangan sistem tahap perancangan merupakan tahap yang paling penting, dimana pada tahap perancangan akan diadakan identifikasi masalahmasalah apa yang akan digunakan sebagai bahan rancangan, sehingga dapat menghasilkan sistem informasi yang baik.
2. Perancangan
Menurut Susanto (2004:332) menjelaskan bahwa “ perancangan adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis”. Dalam pengembangan sistem tahap perancangan merupakan tahap yang paling penting, dimana pada tahap perancangan akan diadakan identifikasi masalah- masalah apa yang akan digunakan sebagai bahan rancangan, sehingga dapat menghasilkan sistem informasi yang baik.
2.1 Sistem Informasi
Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang secara terus menerus atau secara rutin terjadi. Untuk memudahkan pemahamam mengenai sistem pertama – tama kita ketahui dulu definisinya. Karena hal tersebut mempunyai peranan yang penting dalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem.
(informasion System) secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi .
2.2 Website
Menurut Hidayat (2010:1) Website adalah kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar, diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan –jaringan halaman.
Jenis-jenis web berdasarkan sifat atau stylenya.:
- Website dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isi yang selalu berubah –ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain php,asp, .net dan pemanfatakan databse mysql atau mssql.
- Website statis , merupakan website yang kontennya jarang diubah.bahasa pemrograman yang digunakan adalah html dan belum memanfaatkan database.
Menurut Nugroho (2008:91) “ MySQL(My Structured Query Language) adalah sebuah program pembuat dan pengelola database atau yang sering disebut dengan DBMS (Database Management System)”. Database berfungsi sebagai penampung data yang akan dimasukkan melalui form website. Selain itu dapat juga dibalik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database ke dalam halaman website. MySQL merupakan penyimpanan data yang fleksibel dan cepat aksesnya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis.
3. Metode Penelitian
a) Observasi
Penulis melakukan pengamatan - pengamatan langsung terhadap kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang diambil. Hasil dari pengamatan tersebut langsung dicatat oleh penulis dan dari kegiatan observasi dapat diketahui kesalahan atau proses dan kegiatan tersebut.
b) Wawancara
Untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu metode suatu tanya jawab dengan karyawan mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan rawat jalan pasien di Puskesmas Winong.
c) Studi Pustaka
Selain melakukan kegiatan diatas penulis juga melakukan studi kepustakaan melalui literatur-literatur atau referensi-referensi yang ada di perpustakaan.
4. Analisa Sistem Rawat Jalan
Prosedur sistem merupakan suatu prosedur atau tahap-tahap yang dilakukan sebelum memulai kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Sesuai dengan ruang lingkup dalam laporan kuliah kerja Praktek ini, maka prosedu sistem berjalan yang diambil yaitu proses rawat jalan pasien puskesmas pembantu kemiri. Prosedur rawat jalan yang ada adalah sebagai berikut:
1. Prosedur pendaftaran
Pasien datang ke puskesmas Winong, dan mendaftarkan diri dengan menyerahkan kartu berobat (KB) di bagian Tata Usaha (TU).Oleh bagian TU pasien ditanya mengenai keluhan apa saja tentang penyakitnya. Dari keluhan pasien tersebut bagian TU memberitahukan pasien untuk masuk bagian pemeriksaan yang tepat apakah masuk ke BPU (Bagian Pemeriksaan Umum), BPG (Bagian Pemeriksaan Gigi), atau KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pasien diberi nomor urut untuk menunggu pemeriksaan. Untuk pasien dibawah umur enam tahun dan ibu hamil akan masuk periksaan KIA. Untuk pasien diatas enam tahun akan masuk periksaan BPU atau BPG.
2. Prosedur pemeriksaan
Bagian TU membuat rekam medik untuk rujukan pemeriksaan pasien. rekam medik diserahkan ke bagian pemeriksaan yang akan dimasuki pasien. Setelah menerima rekam medik dari Bagian TU, bagian pemeriksaan memanggil pasien untuk melakukan pemeriksaan. Pasien masuk ke ruang pemeriksaan dengan menyerahkan nomor urut. Setiap akhir pemeriksaan pasien menerima resep dari bagian pemeriksaan sebagai data untuk mengambil obat di loket obat.
3. Prosedur pembuatan obat
Setelah melakukan pemeriksaan pada pasien, bagian pemeriksaan membuat resep obat dan menyerahkan resep ke bagian farmasi. Bagian farmasi membuat obat sesuai dengan resep dari bagian pemeriksaan dan membuat rincian obat. Rincian obat berfungsi sebagai daftar obat dan dosis obat pasien. Bagian farmasi menyerahkan obat dan rincian obat ke bagian loket obat.
4. Prosedur pengambilan obat
Pasien datang ke loket obat dengan menyerahkan resep obat ke loket obat dan membayar biaya retribusi pengobatan. Setelah menerima resep obat dari pasien bagian loket obat menyerahkan obat, rincian obat, dan nota retribusi pengobatan kepada pasien.
5. Prosedur Pembuatan Laporan
Di setiap akhir bulan, Bagian Farmasi membuat LPPO (Laporan Pemakaian dan Permintaan Obat) dari data rincian obat.
4.1 Diagram Usecase Usulan
Sumber : Hasil Penelitian 2015
Gambar 2. Diagram Usecase Obat
Gambar 2. Diagram Usecase Obat
4.2 Diagram Activity Usulan
Sumber : Hasil Penelitian 2015
Gambar 4. Diagram Activity Admin Pemeriksaan
Gambar 4. Diagram Activity Admin Pemeriksaan
4.3 Normalisasi database
a. Bentuk Normalisasi unnormal
Sumber : Hasil Penelitian 2015
Gambar 5. Bentuk Unnormal
Gambar 5. Bentuk Unnormal
b.Bentuk Normal ke satu
Sumber : Hasil Penelitian 2015
Gambar 6. Bentuk normal ke satu
Gambar 6. Bentuk normal ke satu
c. Bentuk Normal kedua
Sumber : Hasil Penelitian 2015
Gambar 7. Bentuk Normal ke dua
Gambar 7. Bentuk Normal ke dua
4.4 Rancangan Tampilan
Kesimpulan
Berdasarkan analisa dan pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1. Sistem rawat jalan yang digunakan saat ini, masih menggunakan sistem manual sehingga masih sering dijumpai beberapa kendala.
2. Dengan menggunakan sistem informasi rawat jalan ini, diharapkan dapat mempercepat pelayanan kesehatan pada Puskesmas winong.
3. Sistem informasi rawat jalan ini dapat mempermudah kerja bagian administrasi dalam membuat laporan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Al Fatta, Hanif. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta : Andi.
[2] Azhar,susanto.(2004). sistem informasi manajemen konsep dan pengembangannya.Bandung : Lingga
Jaya.
[3] Fowler, Martin. (2004). UML Distilled Third Edition A Brief Guide To The Standard Object Modelling Language : Addison Wesley.
[4] Hidayat, Rahmat. (2010). Cara Praktis
Membangun Website Grafis
Memanfaatkan Layanan Domain dan Hosting gratis. Jakarta : PT. elex media komputindo.
[5] Jogiyanto. (2005). Analisis&
Desain.Yogyakarta : Andi.
[6] Kusrini, (2007), Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data, Yogyakarta,
Andi Offset.
[7] Loudon. (2007). Sistem Informasi Manajemen Mengelola Perusahaan
Digital. Jakarta :Pearson education.
Analisa Resume
Kelebihan
Kelebihan
- Pelayanan terhadap pasien menjadi lebih cepat dan efisien sehingga pasien lebih nyaman
- Mempermudah pekerjaan karyawan administrasi puskesmas sehingga pembuatan laporan lebih mudah dan pencarian data lebih cepat dan akurat
- Rawat jalan menjadi lebih mudah dipantau
- Membantu kinerja dari puskesmas dalam pengolahan data dan pembuatan laporan kesehatan masyarakat yang nantinya dapat menjawab dari berbagai persoalan yang selama ini dihadapi
- Memaksimalkan penggunaan komputer karna tidak hanya digunakan untuk membuat laporan biasa dan meminimalkan dokumen - dokumen fisik
- Perlu dilakukan perawatan (maintenance), khusunya backup database secara berkala sehingga memerlukan biaya lebih
- Dengan beralihnya dari sistem manual ke sistem komputerisasi, karyawan puskesmas maupun pasien perlu adanya penyesuaian agar terbiasa menggunakannya













Tidak ada komentar:
Posting Komentar